Thursday, February 24, 2011



Sering kita nemuin orang yang salah kaprah tentang Kbps dan KBps (perhatikan huruf B-nya ada yang kecil dan ada yang besar).

Biasanya sih terjadi ketika meliat iklan inet, lalu membeli, terus setelah dicoba eehhh ternyata hasilnya gak sesuai dengan yang diharapkan. Sebenernya bukan gak sesuai, cuman kita salah kaprah aja. huruf tersebut beda arti.

Gini penjelasannya:

B = byte
b = bit

KBps (Kilobyte per second)
Kbps (Kilobit per second)

Pengucapannya memang hampir-hampir mirip, tapi berbeda nilainya,

1 byte = 8 bit

Jadi jika seandainya anda ngeliat iklan inet dengan kecepatan 384 Kbps maka download real-nya adalah 384/8 = 48 KBps.

Beberapa yang umum ada di iklan

128 Kbps: 128/8= 16 KBps
256 Kbps: 256/8= 32 KBps
384 Kbps: 384/8= 48 KBps
512 Kbps: 512/8= 64 KBps
1 Mbps : 1024/8= 128 KBps

Terus kalo ada tambahan embel-embel up to, nah itu artinya kecepatan real-nya paling cepet segitu atau bisa jadi dibawah itu. Misal, up to 384 Kbps, artinya paling maksimal adalah 48 KBps. Beda kalo ada embel-embel dedicated, misal 1 Mbps dedicated itu artinya kecepatannya wajib dan harus 128 KBps, kalo kurang silahken klompain ke ISP-nya, memang sih ada banyak pengaruh laen kenapa gak dapet full walau udah ada embel dedicated.

Kalo ndak ada tulisannya sama sekali? Nah silahken tanya sama ISP anda, apakah up to atau dedicated.

Ingat aja ntar kalo nemu kaya gitu tinggal liatin huruf-nya aja, kalo kecil bit kalo gede byte. Biasanya nih, kalo iklan-iklan hampir semuanya pake B yang kecil, biar keliatan cepet dan sangar, tapi pada kenyataannya ntu nilai mesti di bagi dengan 8 dolo biar jadi byte.

Kalo pengen tau kecepatan inet, bukan diliat dari icon komputer yang idup-nyala deket jam itu bro, itu mah kecepatan koneksi LAN-nya, klo mau liat bisa cek di brosur ISP-nya, atau kalo mau realnya saat dipake berapa bisa cek di speedtest.net atau situs-situs penyedia lainnya.

Kondisi disini saya analogikan ip dari modem 192.168.1.1

Yang pertama dilakukan adalah memastikan modem bekerja dengan baik, koneksi sudah terjadi. Jika sebelumnya modem di set PPPoE, ketika kita menggunakan Mikrotik settingan modem di ganti ke Bridge.

Kedua, Setelah proses di atas selesai, sambungkan dengan RB750. Ether1 tersambung dengan modem, untuk LAN bisa dipasang di ether 2-5.

Ketiga, Ubah nama ether1 menjadi Speedy, Ubah nama ether2 menjadi LAN, dan nama ether3 menjadi WAN untuk memudahkan kita melakukan pengaturan kelak, cara merubahnya : Login pake winbox (192.168.88.1), klik interface.

Keempat, sesuaikan ip ether1 (untuk keanjutannya saya memakai nama Speedy) satu range dengan ip modem. Anda bisa gunakan 192.168.1.2-192.168.1.254. Sebaiknya isikan saja 192.168.1.2

Kelima, masih dalam winbox, klik ip -> route, isikan sesuai dengan ip modem (192.168.1.1), setelah itu melalui terminal lakukan ping ke modem.

Keenam, sesuaikan DNS dengan DNS yang di pakai Telkom Speedy, ada di ip -> DNS, DNS 1 isi : 202.134.0.155, DNS 2 : 202.134.1.55 kemudian lewat terminal lakukan ping ke DNS tersebut.

Jka anda ingin membuat jaringan hotspot, masih di winbox Masuk ke IP ==> Hotspot ==> Setup

hotspot-mikrotik

Kemudian tentukan IP lokal hospot yang akan ada gunakan, misal 192.168.10.1 dan Tentukan IP DHCP ke clientnya yang akan anda gunakan, dalam contoh ini adalah 192.168.10.2-192.168.10.255 dan memakai ether2, anda sesuaikan dengan dimana ether mana AP tersambung.

hotspot1

hotspot3

Untuk SMTP Server sebaiknya anda kosongin saja, Kemudian DNS servernya anda isikan sesuaikan dengan Provider anda, dalam contoh ini adalah DNS1=202.47.78.1 DNS2=202.47.78.9

hotspot4

hotspot5

DNS lokal hotspot anda NEXT saja kemudian pada Hotspot user anda dalam contoh berikut diisi admin password admin123

hotspot6

hotspot7

Hotspot Server Profile digunakan untuk mensetting server yang akan sering digunakan untuk semua user seperti metode autentikasi dan Limitasi data rate. Ada 6 jenis autentikasi Hotspot mikrotik yang berbeda dalam profile setting, jenis autentikas tersebut adalah : HTTP PAP, HTTP CHAP, HTTPS, HTTP cookie, MAC address, Trial

new-hotspot-mikrotik

hotspot-profile

Metode autentikasi yang akan digunakan, biasanya cukup menggunakan metode HTTP CHAP

autentikasi

Data rate limitation digunakan sebagai default setting untuk user yang belum di setting bandwidth limit pemakaiannya. Dimana RX adalah Client upload dan TX adalah Client download. Misal setting default data rate di 64k/128k (upload/download)

bandwidth-limit

Hotspot user profile digunakan untuk menyimpan data user yang akan dibuatkan rule profilenya. Dimana didalamnya bisa dilakukan setting firewall filter chain untuk traffic yang keluar/masuk, juga bisa untuk mensetting limitasi data rate dan selain itu dapat juga dilakukan paket marking untuk setiap user yang masuk kedalam profile tersebut secara otomatis.
hotspot-user-profile

Hotspot user yaitu nama-nama user yang akan diautentikasi pada sistem hotspot. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam konfigurasi hotspot user yaitu : username dan password, Membatasi user berdasarkan waktu dan paket data yang akan digunakan, hanya ip address tertentu dari ip address dhcp yang ditawarkan atau hanya mengizinkan user untuk koneksi ke sistem hotspot dari MAC Address tertentu saja.

hotspot-user

IP Bindings digunakan untuk mengizinkan ip tertentu untuk membypass autentikasi hotpot, ini sangat berguna sekali ketika kita ingin menjalankan layanan server, atau IP telephony dibawah system hotspot. Misal, PC atau Notebook anda untuk dapat membypass hotspot system, dengan demikian anda dapat melakukan browsing tanpa autentikasi

ip-binding

Apa itu antena kaleng?
Antena kaleng sebenarnya tidak jauh beda dengan antena TV yang sering digunakan untuk menerima sinyal dari stasiun televisi, seperti INDOSIAR, RCTI, SCTV, Trans TV, Metro TV dan tidak lupa RBTV. Bisa dikatakan antena kaleng hanya sebagai penguat sinyal saja (ada pendapat lain ..?). Antena kaleng merupakan alternativ lain jika sedang bokek, sedang kurang duit untuk beli ekor babi (pig tail) yang harganya lumayan mahal, atau kurang dana untuk membuat antena omni atau antena helikal.

Apakah lokasi rumah Anda dekat dengan hotspot area, atau Anda seorang pemalas, malas keluar rumah, dan hanya mempunyai PC1 yang tidak memungkinkan untuk diangkat-angkat keluar ruangan? Jika jawabannya ya, maka antena kaleng cocok untuk Anda yang mempunyai dana terbatas.

Ingat, pastikan tidak ada penghalang yang cukup berarti dari tempat tinggal Anda ke access point terdekat. Biasanya juga antena kaleng digunakan untuk perang (wardriving).

Alat yang diperlukan
Berikut ini merupakan langkah-langkah yang harus dipersiapkan
sebelum membuat antena kaleng.
1. Sebuah kaleng yang mempunyai panjang 13,3 cm dan diameter 10 cm (kaleng
pelumas atau oli juga bisa digunakan).
2. PCMCIA Card (bila anda menggunakan laptop yang belum dilengkapi
perangkat Wi-Fi 802,11b atau 802,11g) yang mempunyai antena luar.
3. PCI W-Lan Card Wi-Fi 802,11b atau 802,11g (untuk anda yang menggunakan
PC, card tersebut ditancapkan ke Slot PCI).
4. Konektor SMA (untuk konektor yg menghubungkan kabel dengan Card
PCMCIA atau PCI W-lan card, biasanya beberapa jenis PCMCIA masih
menggunakan model pigtail dengan konektor SMA, SMB, SMC atau MCX
5. Kabel coaxial RG-58 yang panjangnya sebaiknya tidak lebih dari 15 meter.
6. Konektor N Plug (TNC Plug Connector RG 58 CRMPG) yang digunakan untuk
menghubungkan ke kabel.
7. Konektor N (TNC Connector segel chasis).
8. Baut dan mur (untuk menempelkan konektor N ke Antena kaleng).
nb:laptop juga bisa pake antena kaleng
9. Lempengan pipa kuningan yang gulungannya berdiameter 2,5-–-4 mm, bisa
juga menggunakan kawat tembaga yang diambil dari kabel listrik.

Macam-macam jenis kaleng, termasuk kaleng bekas pelumas juga bagus untuk digunakan.

PCI W-LAN Card D-Link DWL-G510 dan Kabel RG 58

Dari kiri kekanan: SMA Connector, Plug TNC RG 58 CRMPG, Socket TNC Segel Casis,
kawat tembaga, mur dan baut.

Nota pembelian konektor dan kabel
Alat bantu lainnya yang diperlukan:
1. Gergaji besi atau pisau untuk memotong kaleng yang terlalu panjang.
2. Mistar (penggaris) untuk mengukur panjang dan lebar kaleng.
3. Lakban (perekat) untuk merekatkan konektor dengan kabel.
4. Tang (penjepit) untuk mengencangkan mur dengan baut.
5. Obeng (pengencang) untuk memasang kartu dengan motherboard.


Kenali lebih dekat Untuk lebih memudahkan dalam membeli konektor dan supaya tidak salah pilih (maklum harga agak mahal) maka gambar diatas di potong-potong.

1. SMA Connector, konektor yang paling laris manis dan paling sulitnya
mencarinya. Entah kenapa konektor yang satu ini cepat sekali habis
persediaanya di toko-toko elektronik. Harganya sendiri Rp. 11.000;- bisa
didapatkan di Jl. Pangeran Mangkubumi Yogyakarata, nama tokonya
AUDIO.
2. Plug TNC RG 58 CRMPG, yang akan terhubung dengan kabel RG 58.
3. Socket TNC segel chasis atau N Connector. Tapi kalau dilihat dari
bentuknya tidak ada kemiripan dengan huruf N. atau ini bukan N
Connector (whatever, ga mau pusing ah yang penting tahu bentuknya) …

4. Kawat tembaga yang di pasang di ujung Socket TNC segel chasis.
5. Mur dan baut (4 pasang, maaf disini hanya ada tiga) yang digunakan
untuk melekatkan Plug TNC RG 58 CRMPG dengan kaleng supaya tidak
terlepas.
Persiapan Merakit

1. Persiapan alat-alat yang diperlukan dekat dengan Anda dan persiapkan
semua dengan benar.
2. Potong kaleng Anda jika panjangnya masih melebihi 13,3 cm
menggunakan gergaji atau pisau (kalau tidak ada gergaji besi), dan
buatkan lubang menggunakan obeng atau pisau kalau tidak ada bor
dengan jarak dari pinggir (dasar kaleng) 4,4 cm.
Ukuran yang digunakan
Berikut ini ukuran yang bisa Anda gunakan untuk membuat antena
kaleng yang diambil dari situs wire.less.dk2. Tapi perlu diketahui bahwa untuk
panjang kaleng disini tidak diperhitungkan. Anda bisa menggunakan kaleng
yang mempunyai panjang lebih dari 100 mm tanpa harus dipotong.
d (diameter kaleng b (dihitung dari dasar kaleng ke N w (panjang kawat
(mm)) konektor (milimeter)) (mm)

80 70,1 31,5
81 67,5 31,5
82 64,5 31,5
82,5 63,5 31,5
83 62,1 31,5
84 59,9 31,5
85 58,1 31,5
90 51,4 31,5
95 47,2 31,5
100 44,4 31,5
Untuk mendapatkan ukuran yang lebih tepat, Anda bisa menggunakan
software cantennator yang bisa di download secara gratis dari internet (gunakan
google kemudian ketikan kata kunci “cantennator”.atau langsung klik disini...
Berikut ini merupakan contoh perhitungan dengan menggunakan kaleng
yang berdiameter 10 cm yang digunakan pada frekuensi 2,4 Ghz.
Perhatian: ganti angka 2.4 yang ada secara default dengan angka 2,4
(menggunakan koma). Kemudian konversikan 10 cm menjadi 100 mm, sehingga
akan menghasilkan perhitungan dengan panjang kaleng 137,76 mm (13,7 cm),
dan ukuran dari belakang kaleng ke N konektor sepanjang 45,92 cm (4,5 cm).

Cara merakit antena
Pertama (N Connector)
1. Ambil Socket TNC segel chasis atau N Connector yang telah disatukan
dengan kawat tembaga (panjangnya 31,5 cm) dan kaleng yang telah
dilubangi.
2. Masukan Socket TNC segel chasis atau N Connector yang telah disatukan
dengan kawat tembaga ke lubang kaleng yang telah disiapkan
3. Kencangkan N Connector dengan kaleng menggunakan mur dan baut
menggunakan tang atau tangan (kalau tangannya kuat)
4. Bentuk akhir dari pekerjaan pemasangan mur dan baut dan penampakan
kawat tembaga yang telah terpasang.


Kedua (Plug N Coonnector)

langkah berikut merupakan langkah memasang kabel ke Plug TNC RG 58
CRMPG
1. Kupas terlebih dahulu kabel yang akan dihubungkan ke konektor.
Perhatikan dengan baik, jangan sampai ada kabel berserabut ikut masuk
kedalam ketika memasukan kabel ke konektor
2. Hasil akhir pemasangan kabel dan pemasangan Plug TNC dengan N
Connector.






Ketiga (SMA Connector)

Langkah ini merupakan langkah terakhir perakitan antena kaleng, yaitu
menggabungkan kabel dengan SMA Connector. Ingat bahwa konektor SMA
terdiri dari tiga buah benda kecil (jarum, gelang dan konektornya itu sendiri)
1. Masukan terlebih dahulu gelang besi dari konektor SMA dengan kabel,
kemudian satukan kabel dengan konektor.
2. Masukan jarum ke tengah konektor yang nantinya akan dijadikan sebagai
penghubung ke WLAN Card. Usahakan pemasangan jarum ini rata
dengan pinggir konektor untuk memudahkan mecolokkan konektor keWLAN Card. Jangan memasukan dengan paksa jarum ke konektor kalau
memang tidak bisa. Kurangi kabel supaya memudahkan pemasangan
jarum.
Perhatian:
Hati-hati ketika menekan jarum, karena dapat melukai jari-jemari Anda yang
halus atau jarumnya yang patah.
3. Jika sudah terpasang dengan baik dan cukup kokoh jarumnya, coba
pasang konektor SMA dengan ujung konektor WLAN. Bila sudah
terpasang baik, akan tampak seperti pada gambar berikutnya.

Hasil akhir dari pekerjaan pembuatan antena kaleng. Sekarang saatnya Colok
dan Mainkan (Plug and Play).

Detail membuat USB Extender ini di jelaskan oleh Pak Gun pada Web-nya. Ada beberapa resep yang akan menyebabkan USB Extender ini berhasil, antara lain,

  1. set USB pada motherboard PC agar menjadi USB 1.1, jangan USB 2.0. USB 1.1 mempunya kecepatan maksimum 10Mbps jadi lebih reliable untuk di tarik jarak jauh di bandingkan dengan USB 2.0.
  2. Gunakan kabel Ethernet / UTP yang baik, terutama merek Belden yang asli. Jangan pakai kabel UTP abal-abal.
  3. Coba dulu dengan jarak pendek, misalnya 5 meter. Semakin panjang jarak, semakin tinggi tingkat kegagalan.


Langkah 1 – Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat USB extender, yaitu, (1) kabel USB bawaan Wifi, (2) kabel UTP, (3) pipa pvc kecil, (4) rubber tape, dan (5) thermofit / kondom kabel. Jika sulit utk memperoleh thermofit, dapat di akali menggunakan solder dan selotape kabel.




Langkah 2 - kabel LAN untuk memperpanjang kabel USB




Langkah 3 - Kelupas kabel LAN / UTP di kedua ujungnya.




Langkah 4 – Potong kabel USB bawaan Wifi dan kelupas ke dua ujungnya agar terlihat kabel di dalamnya.




Langkah 5 – Perhatikan warna kabel USB, biasanya, ada warna merah, hitam, dan putih, hijau. Merah dan hitam biasanya untuk tegangan daya 5V. Hijau putih biasanya merupakan kabel data USB,


Langkah 6 – Potong pipa pvc kecil. Masukan pipa pvc kecil ke masing-masing ujung kabel UTP. Satukan kabel-kabel UTP berdasarkan warna seperti tampak pada gambar. Untuk memudahkan, detail penyatuan kabel di tulis pada tabel di bawah.




Langkah 7 - Lebih dekat dengan pipa PVC yang di masukan ke kabel UTP.



Perhatikan baik-baik warna kabel yang di satukan menjadi satu, sehingga kita mempunyai "empat" kabel dari delapan kabel UTP, kabel yang dijadikan satu adalah,

  1. putih oranye – oranye (2 kabel)
  2. putih hijau (1 kabel)
  3. hijau (1 kabel)
  4. putih biru, biru, putih coklat, coklat (4 kabel)


Langkah 8 – Siapkan kabel UTP untuk di sambungkan ke kabel USB. Masukan thermofit / kondom kabel ke kabel USB. Perhatikan baik-baik warna kabel UTP yang di siapkan untuk di sambung ke kable USB. Agar jelas, ada baiknya di tulis pada tabel di bawah ini.




UTP USB
putih oranye – oranye (2 kabel) merah
putih hijau (1 kabel) putih
hijau (1 kabel) hijau
putih biru, biru, putih coklat, coklat (4 kabel) hitam


Langkah 9 – Pastikan semua kabel telah tersambung dengan baik menggunakan thermofit / kondom kabel.



Langkah 10 – detail kabel yang telah di lapisi oleh thermofit tampak pada gambar.



Langkah 12 – setelah yakin bahwa sambungan kabel menggunakan thermofit berhasil di lakukan dengan baik. Tutup semuanya menggunakan pipa pvc kecil. Selotape dengan baik semua ujung pipa pvc kecil agar kuat tertutup dan menempel ke kabel USB / UTP. Selesai sudah pembuatan USB extender agar kabel USB dapat cukup panjang mencapai atap.



Laporan yang masuk di mailing list indowli@yahoogroups.com, konstruksi kabel USB extender ini tanpa di tambah apa-apa dapat mencapai jarak 10 meter dengan baik.


Langkah 13 – jika kita menginginkan kabel USB extender yang jauh, tampaknya ada baiknya menggunakan kabel USB repeater sepanjang 5 meter sebelum di injeksikan ke kabel USB extender yang panjangnya bisa mencapai 20 meter.


Laporan yang masuk, teknik untuk mencapai jarak sedemikian panjang tidak mudah. Banyak rekan-rekan yang gagal mencapai jarak yang sedemikian jauh.